Kumpulan Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini

Tesla dan SpaceX Berinventasi Di Indonesia?

Tesla dan SpaceX Berinventasi Di Indonesia?
Tesla dan SpaceX Berinventasi Di Indonesia?

Ironcross – Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair) Unggul Heriqbaldi SE MSi MAppEc memperkirakan peluang investasi Elon Musk melalui perusahaannya yakni Tesla dan SpaceX di Indonesia sangat besar.

Unggul memperkirakan potensi investasi Tesla dan SpaceX di Indonesia sangat besar karena keberadaan Indonesia sebagai produsen nikel terbesar di dunia.

“Jelas ini akan berdampak besar pada perusahaan yang memproduksi mobil listrik, seperti Elona Muska. Untuk pemain terbaik di industri dan di pasar global, perusahaan tidak akan pernah berhenti mencari cara yang lebih efisien untuk menghasilkan output mereka.” Kata Unggul, dikutip Unair. , Minggu (29/522).

Pertimbangan investasi

Unggul menjelaskan, investasi Elon Musk masih harus dipertimbangkan, tidak hanya dari sisi ketersediaan sumber daya utama, tetapi juga dari aspek lain yang mendukung investasi tersebut.

Misalnya ketersediaan infrastruktur, energi, paket kebijakan yang ditawarkan pemerintah, seperti keringanan dan pembebasan pajak, fleksibilitas pasar tenaga kerja, kemudahan perizinan dan aspek lainnya. “Jadi mari kita berharap kedua belah pihak mendapatkan kesepakatan terbaik dan orang Indonesia pasti akan mendapat manfaat paling banyak dari setiap keputusan di kedua belah pihak,” jelasnya.
Indonesia butuh Tesla dan SpaceX

Salah satu peluang terbesar dalam jangka menengah adalah investasi dalam produksi sel baterai lithium-ion yang dibutuhkan Tesla dalam produksi mobil listrik.

Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia dan juga produsen nikel terbesar di dunia dengan pangsa 37% dari produksi dunia atau setara dengan 2,7 juta metrik ton.

Dengan berinvestasi pada baterai listrik di Indonesia, Tesla juga akan mendapatkan keuntungan dari sejumlah sumber daya dan biaya yang kompetitif. Hal ini sangat penting bagi Tesla untuk menjaga persaingan di pasar mobil listrik global. Meski pasar Indonesia tertinggal dari negara lain, Indonesia memiliki potensi jangka menengah di pasar mobil listrik.

Khususnya dari sisi pasar mobil listrik, posisi Indonesia cukup strategis, terbukti dengan potensi permintaan dalam jangka menengah dan panjang.

“Meskipun Indonesia jauh dari perspektif pasar dibandingkan dengan negara maju lainnya seperti Norwegia, Islandia, Swedia, Belanda, Jerman dan Inggris, bukan tidak mungkin dengan kebijakan pemerintah yang ramah terhadap mobil listrik. Indonesia akan menjadi negara dengan pertumbuhan pasar mobil listrik yang tinggi,” kata Unggul.

Sementara itu, SpaceX dibutuhkan Indonesia karena nikel juga merupakan bagian penting dari elemen pencampur, yang juga digunakan di banyak industri, mulai dari pembangkit listrik, peralatan dapur hingga transportasi.

Hal ini juga menjadi bukti bahwa investasi di Indonesia sangat strategis bagi Elona Muska yang mengoperasikan peluncur roket dan astronot. Manfaat investasi Tesla dan Space X untuk Indonesia

Menurut Unggul, investasi Elon Musk di Indonesia akan membawa beberapa keuntungan bagi Indonesia, yaitu:

1. Potensi Ekspor Produk Nikel

Gelombang global mobil hijau tumbuh setiap tahun.

“Jika Tesla, produsen mobil listrik terbesar dunia, berinvestasi di Indonesia, maka Indonesia akan berintegrasi ke dalam lanskap industri dan pasar mobil listrik dunia,” ujarnya.

Hal ini tentunya berdampak pada potensi ekspor produk hilir bijih nikel yang semakin berkembang sejalan dengan rencana dan kebijakan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah produk ekspor dalam negeri.

Selain itu, tentunya akan menciptakan lapangan kerja dengan keterampilan yang lebih tinggi dan berdampak pada industri lain yang terkait secara horizontal di Indonesia. 2. Potensi ketersediaan sel baterai lithium-ion di industri

Dengan hadirnya industri baterai lithium-ion di dalam negeri, tidak menutup kemungkinan industri Indonesia dan pasar mobil listrik akan tumbuh lebih cepat.

Berkat investasi besar dalam sel baterai lithium-ion, Indonesia juga akan menghasilkan skala ekonomi, yang berarti harga baterai akan lebih kompetitif di pasar domestik.

“Pertumbuhan industri mobil listrik dalam negeri tentunya akan mendukung penciptaan lapangan kerja dan ekspor berkat keunggulan komparatif Indonesia,” ujar FEB Unair.

Leave a Reply

Your email address will not be published.