Kumpulan Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini

Pelaku Judi Online Siap Dipenjara 6 Tahun atau Denda Rp 1 Miliar

Pelaku Judi Online Siap Dipenjara 6 Tahun atau Denda Rp 1 Miliar
Pelaku Judi Online Siap Dipenjara 6 Tahun atau Denda Rp 1 Miliar

Ironcross.org – Negara Indonesia memang sudah melarang aktivitas perjudian karena dianggap melanggar hukum serta merugikan masyarakat. Undang-undang yang mengatur Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) akan menjerat para pelaku maupun orang yang mendistribusikan website judi online dengan ancaman penjara 6 tahun atau denda paling banyak rp 1 miliar.

Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjelaskan bahwa sejak tahun 2018 hingga 10 Mei 2022 pihaknya sudah melakukan pemutusan akses sebanyak 499.645 konten perjudian dari berbagai platform digital atau media sosial.

Juru Bicara Kominfo, Dedy Permadi mengatakan, kendati jumlah situs atau aplikasi perjudian online yang beredar secara daring berpotensi lebih banyak dari hasil patroli siber.

Pemberantasan judi online di Indonesia, sambungnya, cukup berat lantaran situs atau aplikasi judi online terus bermunculan dengan nama yang berbeda, meski aksesnya telah diputus.

“Selain itu kegiatan perjudian yang dilegalkan di beberapa negara di luar Indonesia, mengakibatkan kendala penindakan hukum lintas negara. Itu menjadi tantangan tersendiri karena adanya perbedaan ketentuan hukum terkait perjudian,” ujarnya, dilansir dari BBC Indonesia, Rabu (11/5/2022).

Kominfo pun mengimbau masyarakat untuk menggunakan platform digital dengan bijak, baik untuk tujuan hiburan, transaksi ekonomi, dan kegiatan yang produktif.

“Kami mengajak masyarakat untuk dapat melaporkan penemuan konten terkait perjudian di ruang digital melalui kanal-kanal aduan yang tersedia,” ujarnya.

Sebagai informasi, salah satu judi online yang tengah digandrungi adalah slot. Menurut pengakuan beberapa penjudi sangat sederhana dan mudah dimainkan.

Untuk bermain, cukup menekan tombol spin di mesin yang terpampang di layar teleponJuru Bicara Kominfo, Dedy Permadi mengatakan, biarpun kuantitas situs atau aplikasi perjudian online yang beredar secara daring berpotensi lebih banyak berasal dari hasil patroli siber.

Pemberantasan judi online di Indonesia, sambungnya, cukup berat lantaran situs atau aplikasi judi online konsisten bermunculan bersama nama yang berbeda, meski aksesnya sudah diputus.

“Selain itu kesibukan perjudian yang dilegalkan di sebagian negara di luar Indonesia, sebabkan rintangan penindakan hukum lintas negara. Itu menjadi tantangan tersendiri sebab ada perbedaan ketetapan hukum perihal perjudian,” ujarnya, dilansir berasal dari BBC Indonesia, Rabu (11/5/2022).

Kominfo pun mengimbau penduduk untuk memakai platform digital bersama bijak, baik untuk target hiburan, transaksi ekonomi, dan kesibukan yang produktif.

“Kami mengajak penduduk untuk mampu melaporkan penemuan konten perihal perjudian di area digital lewat kanal-kanal aduan yang tersedia,” ujarnya.

Sebagai informasi, tidak benar satu judi online yang tengah digandrungi adalah slot. Menurut pengakuan sebagian penjudi terlampau simple dan mudah dimainkan.

Untuk bermain, cukup menghimpit tombol spin di mesin yang terpampang di layar telepon. Mesin kemudian bakal memutar dan mengacak beragam macam bentuk ikon atau gambar sehingga tidak diketahui secara pasti gambar apa yang muncul.

Jika mesin yang berhenti berputar terdapat delapan gambar yang mirip dan membentuk pola tertentu, secara otomatis menang. Kemenangan besar itulah yang sebabkan Dion, tidak benar satu penjudi online ketagihan. . Mesin kemudian akan memutar dan mengacak berbagai macam bentuk ikon atau gambar sehingga tidak diketahui secara pasti gambar apa yang muncul.

Jika mesin yang berhenti berputar terdapat delapan gambar yang sama dan membentuk pola tertentu, secara otomatis menang. Kemenangan besar itulah yang membuat Dion, salah satu penjudi online ketagihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.