Kumpulan Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini

Beberapa Efek Samping dari Waxing

Beberapa Efek Samping dari Waxing
Beberapa Efek Samping dari Waxing

Beberapa Efek Samping dari Waxing – Cara yang sangat efektif untuk menghilangkan bulu tubuh, terutama pada bagian tubuh yang lebih besar atau sulit dijangkau. Anda perlu mewaspadai efek samping waxing untuk mencegah risiko yang tidak perlu.

Berbagai efek samping dari waxing – Risiko kerontokan rambut biasanya berasal dari proses menarik rambut di kulit terlalu keras. Tidak hanya itu, bahan dan suhu yang digunakan juga berisiko menimbulkan efek samping.

Di bawah ini adalah berbagai bahaya yang dapat muncul selama atau setelah waxing.

1. Sakit luar biasa

Normal bagi kulit Anda untuk merasa sakit ketika Anda wax rambut tubuh Anda. Pasalnya, waxing mengangkat semua akar rambut yang terdapat dalam struktur kulit tempat ujung saraf berkumpul.

Proses retraksi ini akan menekan ujung saraf di akar rambut. Oleh karena itu, efek samping dari waxing adalah Anda bisa merasakan sakit yang hebat.

Rasa sakit ini lebih sering terjadi ketika Anda memiliki bikini atau hair removal genital. Ini karena alat kelamin memiliki lebih banyak ujung saraf daripada lengan atau betis.

Ada perawatan yang tersedia sebelum waxing untuk mengurangi rasa sakit selama waxing, seperti menekan kulit dengan air.

Juga, mengoleskan handuk dingin ke kulit setelah waxing dapat membantu mengurangi rasa sakit.

2. Reaksi alergi

Efek samping dari waxing ini dapat terjadi jika Anda memiliki riwayat alergi kulit.

Wax yang digunakan sebagai waxing agent terkadang mengandung alergen atau alergen, seperti rosin, beeswax, dan wewangian.

Alergi ini biasanya menyebabkan rasa gatal dan ruam yang meluas. Namun, dalam beberapa kasus, perawatan fisik ini dapat memicu reaksi alergi atau anafilaksis yang mengancam jiwa.

Jadi pastikan untuk melakukan patch test atau uji tempel sebelum waxing. Yang terbaik adalah menunda perawatan ini jika Anda melihat tanda-tanda alergi.

Anda juga dapat menggunakan lilin gula atau lilin berbahan dasar gula. Jenis waxing ini hanya memiliki bahan gula, air dan lemon, jadi ada sedikit risiko waxing dalam bentuk alergi.

3. Folikulitis

Folikulitis adalah salah satu efek samping dari kerontokan rambut yang terjadi akibat peradangan pada folikel rambut (folikel tempat tumbuhnya rambut tubuh).

Waxing membuat folikel rambut rentan terhadap infeksi bakteri dan jamur, salah satu yang paling umum adalah infeksi bakteri Pseudomonas aeruginosa.

Risiko infeksi terkait dengan kebersihan tempat, peralatan waxing dan wax yang digunakan untuk waxing. Selain itu, bahaya waxing mungkin berasal dari tidak mencuci tangan sebelum menerima perawatan.

Ini adalah gejala folikulitis dan biasanya terjadi setelah hair removal.

  • Benjolan merah kecil.
  • Nanahnya keras dan bisa pecah.
  • Nyeri pada diagram benjolan.
  • Kulit gatal dan terbakar.

4. Kulit terbakar

Biasanya proses waxing menggunakan suhu tinggi agar wax bisa dioleskan secara merata ke permukaan kulit.

Sayangnya, jika kulit tidak tahan panas, itu meningkatkan risiko luka bakar. Efek samping waxing ini biasanya memicu luka bakar tingkat pertama dan kedua dengan gejala seperti:

  • kemerahan pada kulit
  • rasa sakit terjadi,
  • menggelegak karena kulit melepuh, dan membengkak.

Juga, jika Anda menggunakan produk anti-penuaan atau krim jerawat yang mengandung retinoid, Anda berisiko mengalami waxing.

Pasalnya, retinoid juga cenderung mengiritasi kulit. Karena itu, kulit lebih rentan terbakar setelah waxing.

Untuk mencegah efek samping, Anda bisa mencoba cold waxing. Waxing ini menggunakan wax yang sudah tersedia dan tidak memerlukan pemanasan.

Juga, berhenti menggunakan produk perawatan kulit berbasis retinoid, seperti retinol, 2-5 hari sebelum hair removal.

5. Rambut tumbuh ke dalam

Kondisi ini merupakan jenis folikulitis atau peradangan pada folikel rambut.

Mengutip sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology (2019), rambut yang tumbuh ke dalam (jenggot pseudofolliculitis) dihasilkan dari pertumbuhan rambut yang tidak normal.

Penelitian telah menunjukkan bahwa alih-alih tumbuh langsung ke permukaan kulit, rambut menggulung dan kembali ke bawah permukaan kulit.

Ketika rambut tumbuh, kulit menganggapnya sebagai benda asing, sehingga sistem kekebalan merespons, menyebabkan peradangan.

Jika Anda mengalami efek samping dari waxing ini, biasanya dokter akan memberi Anda obat topikal untuk mengurangi infeksi dan mengangkat sel kulit mati yang menumpuk di atas benjolan.

Anda juga harus menjaga agar benjolan tetap steril. Ini membantu mengurangi perburukan infeksi.

6. Kulit terbakar matahari

Salah satu fungsi penumbuh rambut adalah untuk melindungi tubuh dari sinar UV matahari.

Jika Anda wax rambut tubuh Anda, kulit Anda mungkin tidak mendapatkan perlindungan UV penuh. Terakhir, kulit juga mengalami sunburn.

Efek samping hair removal ini bisa bertambah buruk jika Anda mengonsumsi pil KB hormonal dan produk perawatan kulit yang mengandung retinoid.

Sebagai gantinya, pastikan Anda selalu menggunakan tabir surya atau sunblock dengan SPF 30 ke atas pada area tubuh Anda yang terpapar sinar matahari.

Oleskan kembali tabir surya setiap dua jam, bahkan pada hari berawan.

Anda juga disarankan untuk mengenakan pakaian panjang dan berjalan di tempat teduh untuk mengurangi risiko waxing pada pakaian ini.

7. Infeksi Menular Seksual

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Sexually Transmitted Infections (2017) menemukan bahwa waxing meningkatkan risiko IMS.

Studi tersebut menjelaskan bahwa bahaya waxing menyebar melalui kontak kulit, cairan kelamin, dan kutu kelamin.

Selain itu, waxing dapat membuat luka yang membuat kulit lebih rentan terhadap virus, bakteri, dan parasit yang dapat menyebabkan penyakit menular seksual.

Leave a Reply

Your email address will not be published.